Senin, 26 September 2016

parenting.html

Parenting (Pola Asuh Anak)

Program Parenting


A. Pengertian Parenting


Apa Kewajiban Orang Tua Kepada Anak?
Mengasuh Anak (Memelihara, Membina, Membimbing, dan Melindungi)

Parenting (Pola Asuh Anak) Adalah :
Proses memelihara, Melindungi, Membina, Membimbing Perkembangan Fisik Dan Mental Anak, Jiwa Maupun Raganya. Yang Juga Meliputi Emosional, Sosial, Spiritual Dan Intelektual Anak Dari Bayi Hingga Dewasa.

Tentu Saja Tujuannya Untuk Menghasilkan Generasi Muda Atau Anak-Anak Yang Cerdas, Bukan Saja Cerdas Intelektual Tetapi Juga Cerdas Emosional Dan Spiritualnya, Sehat Jasmani dan Rohani, Berakhlak Baik, Disiplin, Mandiri, Berpendidikan Tegar dan Terampil. Menjadi Manusia Yang Berkualitas dan Bertaqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa.

Upaya pendidikan anak ini dilaksanakan oleh keluarga dengan memanfaatkan sumber-sumber yang tersedia dalam keluarga dan lingkungan yang berbentuk kegiatan belajar secara mandiri.

Parenting sebagai proses interaksi berkelanjutan antara orang tua dan anak-anak mereka yang meliputi aktivitas-aktivitas sebagai berikut:
  1. Memberi makan (Nourishing)
  2. Memberi Petunjuk (Guiding)
  3. Melindungi (Protecting) anak-anak ketika mereka tumbuh berkembang
Keluarga adalah lingkungan sosial pertama yang ditemui anak ketika anak di izinkan untuk melihat dan menikmati dunia. Pertemuan dengan ibu, ayah dan lingkungan dalam keluarga itu sendiri menjadi subjek sosial yang nantinya akan membentuk dasar anak dengan orang lain. Hubungan anak dengan keluarga merupakan hubungan yang pertama yang ditemui anak. Hubungan anak dengan orang tua dan anggota keluarga lainnya dapat dianggap sebagai suatu sistem yang saling berinteraksi. Sistem-sistem tersebut berpengaruh pada anak baik secara langsung maupun tidak, melalui sikap dan cara pengasuhan anak oleh orang tua.

Banyak yang dipelajari anak dalam keluarga, terutama hubungannya dengan orang tua. Kasih sayang dan cinta kasih yang Anak kembangkan dalam hubungan sosialnya, erat hubungannya dengan apa yang Anak terima dan rasakan dalam keluarganya. Ketika Anak merasa disayangi, Anak belajar juga untuk berbagi kasih sayang dengan temannya. Sebaliknya jika pengasuhan yang Anak terima selalu menyalahkan Anak, Anak akan belajar mengembangkan perilaku yang sama ketika ia bermain dengan teman-temannya.

Setiap orangtua selalu menginginkan yang terbaik bagi Anak-Anak mereka. Perasaan ini kemudian mendorong orang tua untuk memiliki perilaku tertentu dalam mengasuh Anak-Anak mereka.


B. Empat Pola Pengasuhan Anak


Perilaku mengasuh dan mendidik anak sudah menjadi pola yang sadar tidak sadar keluar begitu saja ketika menjadi orang tua. Oleh Beberapa Peneliti, Perilaku-Perilaku Ini Kemudian Di Teliti Dan Muncullah Beberapa Teori Untuk Menyimpulkan Pola-Pola Pengasuhan Yang Berkembang.

Berikut Empat Tipe Pola Asuh Yang Dikembangkan Pertama Kali Oleh Diana Baumrind (1967) :

1. POLA ASUH DEMOKRATIS
Adalah Pola Asuh Yang Memprioritaskan Kepentingan Anak, Akan Tetapi Tidak Ragu-Ragu Mengendalikan Mereka. Orang Tua Dengan Pola Asuh Ini Bersikap Rasional, Selalu Mendasari Tindakannya Pada Rasio Atau Pemikiran-Pemikiran. Orang Tua Tipe Ini Juga Bersikap Realistis Terhadap Kemampuan Anak, Tidak Berharap Yang Berlebihan Yang Melampaui Kemampuan Anak. Orang Tua Tipe Ini Juga Memberikan Kebebasan Kepada Anak Untuk Memilih Dan Melakukan Suatu Tindakan, Dan Pendekatannya Kepada Anak Bersifat Hangat.
2. POLA ASUH OTORITER
Sebaliknya Cenderung Menetapkan Standar Yang Mutlak Harus Dituruti, Biasanya Dibarengi Dengan Ancaman-Ancaman. Misalnya, Kalau Tidak Mau Makan, Maka Tidak Akan Diajak Bicara. Orang Tua Tipe Ini Juga Cenderung Memaksa, Memerintah, Menghukum. Apabila Anak Tidak Mau Melakukan Apa Yang Dikatakan Oleh Orang Tua, Maka Orang Tua Tipe Ini Tidak Segan Menghukum Anak. Orang Tua Tipe Ini Juga Tidak Mengenal Kompromi, Dan Dalam Komunikasi Biasanya Bersifat Satu Arah. Orang Tua Tipe Ini Tidak Memerlukan Umpan Balik Dari Anaknya Untuk Mengerti Mengenai Anaknya.
3. POLA ASUH PERMISIF ATAU PEMANJA
Biasanya Meberikan Pengawasan Yang Sangat Longgar. Memberikan Kesempatan Pada Anaknya Untuk Melakukan Sesuatu Tanpa Pengawasan Yang Cukup Darinya. Mereka Cenderung Tidak Menegur Atau Memperingatkan Anak Apabila Anak Sedang Dalam Bahaya, Dan Sangat Sedikit Bimbingan Yang Diberikan Oleh Mereka. Namun Orang Tua Tipe Ini Biasanya Bersifat Hangat, Sehingga Seringkali Disukai Oleh Anak.
4. TIPE PENELANTAR.
Orang Tua Tipe Ini Pada Umumnya Memberikan Waktu Dan Biaya Yang Sangat Minim Pada Anak-Anaknya. Waktu Mereka Banyak Digunakan Untuk Keperluan Pribadi Mereka, Seperti Bekerja, Dan Juga Kadangkala Biayapun Dihemat-Hemat Untuk Anak Mereka. Termasuk Dalam Tipe Ini Adalah Perilaku Penelantar Secara Fisik Dan Psikis Pada Ibu Yang Depresi. Ibu Yang Depresi Pada Umumnya Tidak Mampu Memberikan Perhatian Fisik Maupun Psikis Pada Anak-Anaknya.

C. Pangaruh Pola Asuh Orang Tua


  1. Pola Asuh Demokratis :
    Akan menghasilkan karakteristik anak anak yang Mandiri, Dapat Mengontrol Diri, Mempunyai Hubungan Baik Dengan Teman, Mampu Menghadapi Stress, Mempunyai Minat Terhadap Hal-Hal Baru, dan Koperatif Terhadap Orang-Orang Lain.
  2. Pola Asuh Otoriter :
    Akan menghasilkan karakteristik anak yang Penakut, Pendiam, Tertutup, Tidak Berinisiatif, Gemar Menentang, Suka Melanggar Norma, Berkepribadian Lemah, Cemas dan Menarik Diri, Pemalu dan Tidak Percaya Diri Untuk Mencoba Hal Yang Baru.
  3. Pola Asuh Permisif :
    akan menghasilkan karakteristik anak-anak yang Impulsive, Agresif, Tidak Patuh, Manja, Kurang Mandiri, Mau Menang Sendiri, Kurang Percaya Diri, dan Kurang Matang Secara Sosial.
  4. Pola Asuh Penelantar :
    Akan menghasilkan karakteristik anak-anak yang Moody, Impulsive, Agresif, Kurang Bertanggung Jawab, Tidak Mau Mengalah, Self Esteem (harga diri) Yang Rendah, Sering Bolos, dan Bermasalah Dengan Teman.
Dari Karakteristik-Karakteristik tersebut di atas, kita dapat mawas diri, kita masuk dalam kategori pola asuh yang mana. Apabila kita memahami Pola Asuh yang mana yang cenderung kita terapkan dan ternyata bisa membawa dampak buruk untuk perkembangan anak, maka kita dapat segera merubahnya dan menjadi lebih bijaksana dalam mengasuh anak.

Kita juga bisa kita melihat, bahwa harga diri yang rendah terutama adalah disebabkan karena Pola Asuh Orang Tua yang Penelantar. Banyak sekali para orang tua terutama para wanita karier yang suda mempunyai anak yang lebih cinta kepada pekerjaannya dari pada kepada anaknya sendiri. Dia lebih banyak meluangkan waktu untuk mencari uang dan uang. Dia lupa kalau di rumah ada Anak-Anaknya yang membutuhkan kasih dan sayang dia. Pergi kerja disaat Anaknya masih tertidur pulas, lalu pulang ketika Anaknya sudah tertidur pulas lagi. Sehingga, Anak-Anak lebih mengenal pembantunya daripada sosok ibunya sendiri.

Contoh lain adalah orangtua yang sangat Otoriter. Biasanya orang tua yang otoriter cenderung menempatkan anak di posisi yang tertindas yang tidak punya hak. Jika anak tidak menuruti, kekerasan menjadi jawabannya. Beberapa orang tua cenderung mengikuti gaya ini, yaitu mendidik anak secara otoriter dan menggunakan kekerasan. Pengasuhan ini menciptakan Anak yang hanya taat kepada Orang Tua jika ada Orang Tuanya dan melakukan kekerasan itu terhadap Adik atau Teman mereka yang lebih lemah; pada Anak yang perasa, biasanya menjadikan mereka Anak yang semakin penakut, tidak berani mengambil keputusan dan tidak percaya diri.

Dari keempat model pengasuhan diatas, Pola Asuh Demokratislah yang paling baik. Karena Pola Asuh ini menempatkan Anak dan Orang Tua sejajar. Tidak ada hak anak yang dilanggar juga hak Orang Tua yang dilanggar; kewajiban Anak dan Orang Tua sama-sama dituntut dalam Pola Asuh Demokratis ini


D. Tujuan Program Parenting


  1. Secara Umum Tujuan Program Parenting Adalah :
    Mengajak para orang tua untuk bersama-sama memberikan yang terbaik buat anak-anak mereka.
  2. Secara Khusus Tujuan Pengembangan Program Parenting Adalah:
    • Meningkatkan pengetahuan dan keterampilan orang tua dalam melaksanakan Perawatan, Pengasuhan dan Pendidikan Anak di dalam keluarga sendiri dengan landasan dasar-dasar kareakter yang baik.
    • Mempertemukan kepentingan dan keinginan antara Pihak Keluarga dan Pihak Sekolah guna mensikronkan keduanya sehingga Pendidikan Karakter yang dikembangkan di lembaga PAUD dapat ditindak lanjuti di lingkungan keluarga.
    • Menghubungkan antara program sekolah dengan program rumah. Lembaga PAUD yang memiliki program-program kelembagaan dan pembelajaran kadangkala bertentangan atau tidak selaras dengan kebiasaan-kebiasaan yang terjadi di lingkungan keluarga. Dengan program parenting ini akan terjadi keselarasan dan keterkaitan, kerjasama yang saling mendukung, saling menguatkan.

E. Tahapan Pembentukan Program Parenting Antara Lain


  1. Melakukan Identifikasi Kebutuhan Orang Tua
    Setiap orang tua memiliki kebutuhan dan keinginan yang berbeda-beda terhadap anak-anaknya yang menjadi peserta didik di lembaga PAUD. Ada orang tua yang ingin anak-anaknya bisa cepat membaca, dan ada orang tua yang ingin anak-anaknya lebih mandiri, ada juga orang tua yang ingin anak-anaknya pandai menyanyi dan menari dan lain sebagainya. Oleh karena itu perlu di lakukan identifikasi kebutuhan orang tua yang beragam tersebut sehingga dapat di tuangkan dalam kurikulum lembaga PAUD.
  2. Membentuk kepanitiaan PARENTING Yang Melibatkan Komite Sekolah
    Kepanitiaan dalam Program Parenting di bentuk dengan melibatkan komite sekolah sehingga program parenting yang di kembangkan betul-betul dapat menjembatani kebutuhan orang tua dan kebutuhan sekolah/Lembaga PAUD.

    Panitia Program Parenting ini dibentuk dengan susunan yang jelas sebagaimana sebuah organisasi. Dalam bagan tersebut sebagaimana kelengkapan sebuah organisasi antara lain :
    • Ketua
    • Sekretaris
    • Bendahara
    • Seksi-Seksi Seperti : Seksi Pendidikan Dan Pengajaran, Seksi Perlengkapan Dan Sarana, Seksi Dana. Seksi-Seksi Ini Sesuai Dengan Kebutuhan Organisasi.
  3. Membuat Job Deskripsi Masing-Masing Bagian
    Setelah susunan kepanitiaan untuk program parenting dengan struktur organisasi yang jelas terbentuk, selanjutnya masing-masing bidang menyusun Job Deskripsi atau rencana tugas masing-masing bagian dan seksi-seksi yang ada.
  4. Menyusun Program Perangkat Organisasi Yang Terbentuk
    Selanjutnya bekerja di bawah komando Ketua Program Parenting untuk menyusun program yang akan di laksanakan, Siapa pelaksananya?, Siapa narasumbernya?, dan berapa anggarannya.
  5. Menyusun Jadwal Kegiatan Secara Rinci Dan Jelas Kapan Waktu Dan Tempat, Jumlah Pertemuan dan sebagainya.
  6. Mengidentifikasi Potensi dan Mitra Pendukung Dengan Pengembangan Program Parenting
    Perlu di jalin kemitraan dengan individu seperti : Pejabat Pemerintah, Tokoh Masyarakat, Kalangan Profesional (Dokter, Petugas Kesehatan, Ahli Gizi, Praktisi PAUD) Dan Institusi baik pemerintah maupun swasta (Puskesmas, Dinas Kesehatan, Dinas Pendidikan, Posyandu DLL)
  7. Melaksanakan Program Sesuai Dengan Agenda
    Program dan jadwal kegiatan selanjutnya harus menjadi acuan dalam dalam pelaksanaan kegiatan di lapangan. Apabila terjadi pergeseran Agenda Kegiatan perlu juga disiapkan alternatif pelaksanaannya bila terjadi hambatan di lapangan.
  8. Melakukan Evaluasi Dan Kesepakatan Bersama
    Setiap kegiatan mulai perencanaan dilakukan evaluasi agar dapat menghindari kesalahan dan mengetahui kelemahan-kelemahan yang ada.

F. Jenis-Jenis Kegiatan yang dapat di laksanakan dalam kegiatan lembaga PAUD


  1. PARENT GATHERING
    Kegiatan Parent Gathering adalah : Pertemuan orang tua dengan fihak lembaga PAUD yang di fasilitasi oleh Panitia Program Parenting, Guna membicarakan tentang program-program lembaga PAUD dalam hubungannya dengan bimbingan dan pengasuhan anak di keluarga dalam rangka menumbuh kembangkan anak secara optimal.

    Materi dalam pertemuan dapat berbagai hal tentang kebutuhan Tumbuh Kembang Anak Misalnya : Tentang Gizi dan Makanan, Tentang Kesehatan, Tentang Pendidikan Karakter, Tentang Penyakit Pada Anak dan sebagainya.
  2. FOUNDATION CLASS
    Kegiatan Fondation Class adalah : Pembelajaran bersama anak dengan orang tua di awal masuk sekolah dalam rangka orientasi dan pengenalan kegiatan di sekolah. Di laksanakan pada minggu-minggu pertama anak masuk sekolah di Tahun Ajaran Baru.
  3. SEMINAR
    Kegiatan Seminar adalah : Kegiatan dalam rangka Mensosialisakan Program Parenting yang dapat di laksanakan dalam bentuk seminar, Misalnya mengundang Tokoh atau Praktisi PAUD yang Kompeten, Pakar Dongeng, Psikolog dan lain-lain
  4. KONSULTASI
    Kegiatan Konsultasi adalah : Hari Konsultasi orang tua yang dapat di sediakan atau di buka oleh lembaga PAUD.
    Jumlah hari yang disediakan sesuai dengan tinggi rendahnya kasus atau jumlah orang tua yang melakukan Konsultasi.
  5. FIELD TRIP
    Kegiatan Field Trip adalah : Darmawisata, Kunjungan Wisata, Atau kunjungan ke tempat-tempat yang menunjang kegitan Pembelajaran PAUD.

    Kegiatan kunjungan di lakukan bersama dengan orang tua misalnya : Kunjungan Ke Museum, Kunjungan Ke Bandar Udara, Kunjungan Ke Pelabuhan, Kunjungan Ke Kantor Polisi, Kunjungan Ke Bank, DLL yang sesuai dengan Tema Pembelajaran.
  6. HOME ACTIVITIES
    Kegiatan Home Activities adalah : Aktifitas di rumah di bawa kesekolah (Membawa orang tua mengadakan acara di sekolah bisa dengan melakukan kegiatan seperti di lapangan apabila di sekolah tidak mampu menyediakan tempat menginap, Acara Ulang Tahun Dll)
  7. COOKING ON THE SPOT
    Kegiatan Cooking On The Spot adalah : Belajar Memasak, Menyajikan Makanan Dengan Bimbingan Guru atau bersama Orang Tua
  8. BAZAR DAY
    Kegiatan Bazar Day adalah : Menyelenggarakan Bazar di lembaga PAUD. Anak-anak menampilkan karyanya yang di jual ke orang tua murid atau umum
  9. MINI ZOO
    Kegiatan Mini Zoo adalah : Menyelenggarakan kebun binatang mini di sekolah.
  10. HOME EDUCATION VIDEO
    Kegiatan Home Education Video adalah : Mengirimkan kegiatan pembelajaran anak-anak di lembaga PAUD pada orang tua dalam keeping CD/VCD, agar dapat di saksikan dan di pelajari juga oleh orang tua di rumah.

G. Peran Masyarakat Dalam Pola Asuh Anak


  1. Menciptakan Lingkungan Yang Aman dan Tentram
  2. Menyelenggarakan Kegiatan Yang Bermanfaat Untuk Anak

H. Peran Pemerintah Dalam Pola Asuh Anak


  1. Bertanggung Jawab Menyediakan Sarana dan Prasarana untuk Membantu Orang Tua Melaksanakan Program Parenting (Pola asuh anak)
  2. Standart Pendidikan Yang Berkualitas
  3. Sosialisasi Program Kesehatan Masyarakat
  4. Membangun Panti Asuhan untuk Anak-Anak Terlantar dan Yatim-Piatu
  5. Program Beasiswa Sampai Tamat Perguruan Tinggi
  6. Dll

I. Kesimpulan


  1. Dalam Program Parenting Keluarga adalah lingkungan sosial pertama yang ditemui Anak, ketika Anak di izinkan untuk melihat dan menikmati dunia
  2. Keluarga sebagai Unit Sosial terkecil di masyarakat yang terbentuk atas dasar komitment untuk mewujudkan fungsi keluarga khususnya fungsi sosial dan fungsi pendidikan
  3. Program Parenting sebagai Wadah komunikasi antar Orang Tua, disamping untuk memberikan sosialisasi terhadap program-program yang diselenggarakan oleh lembaga PAUD
  4. Keluarga sebagai Mitra Lembaga PAUD dalam Program Parenting yang tujuannya untuk menghasilkan Generasi Muda atau Anak-Anak yang cerdas, bukan saja cerdas intelektual tetapi juga cerdas emosional dan spiritualnya.

J. Penutup


Demikianlah pembahasan Tentang Parenting (Pola Asuh Anak) pada kesempatan ini, Mudah-Mudahan bermanfaat adanya dan dapat kita petik hikmahnya, Mohon maaf Atas segala kekurangan, Wa Billahi Taufiq Wal Hidayah Wa Salamu Alaikum Wr.Wb

Tidak ada komentar:

Posting Komentar